Sabtu, 17 Maret 2018

UJIAN KENAIKAN TINGKAT PAC PSNU PAGAR NUSA KEDEWAN



 PSNU PAGAR NUSA PAC.KEDEWAN melaksanakan tes ujian kenaikan tingkat (UKT) sekaligus pengambilan sabuk ijo badge putih yang telah diikuti oleh sejumlah 22 santri/ siswa pagar nusa yang berlokasi diDesa kedewan yang dihadiri langsung oleh Ketua Cabang PSNU PAGAR NUSA Bojonegoro,Para pelatih Dari Sumbang timun,kasiman,tambakrejo.







Acara berlangsung setelah upacara pembukaan UKT tepat pada pukul 07:30 Wit minggu 11 maret 2018 dengan penuh khidmat yang menandakan bahwa antusias mereka patut diacungkan jempol, inilah harapan kita bersama untuk membangun, membina dan membimbing mereka agar supaya mereka mengerti makna dan filosofi pagar nusa dan serta merta mampu mengamalkan segala amaliyah warga nahdliyah (NU) .

PAGAR NUSA adalah Pagarnya NU dan Bangsa, warga pagar nusa selalu siap membentengi para ulama dan kyai yang berhaluan pada aqidah ahlussunnah waljama’ah (ASWAJA-NU), Pagar Nusa memiliki tanggung jawab penuh terhadap berlangsungnya dakwah ahlussunnah waljama’ah, pagar nusa selalu siap mengawal para ulama dalam dakwahnya .
AGUS IMAM MUKHTASOM,S.Pd.I.,MM Selaku Ketua Cabang pagar nusa menyatakan bahwa dirinya akan selalu berkomitmen melaksanakan kebijakan-kebijakan serta mengembangkan apa yang telah menjadi tanggung jawab pagar nusa sekalipun jiwanya yang harus dikorbankan, itu semua tidak lain hanya demi tegaknya Islam ‘ALAA THARIQATI JAM’IYYATI NAHDLATIL ULAMA.












Ujian Kenaikan Tingkat berakhir hingga pukul 03:15 Wib yang ditutup resmi oleh Ketua Cabang Pagar Nusa Bojonegoro AGUS IMAM MUKHTASOM,S.Pd.I.,MM yang ditandai dengan pemakaian sabuk Ijo badge putih kepada salah satu santri/ siswa pagar nusa sebagai penghormatan kepada Ketua  PAC Pagar Nusa Kedewan yang kemudian dilanjutkan oleh pendekar pagar nusa lainnya .

































































Rabu, 07 Maret 2018

Arti loyalitas & Implementasinya Dalam Suatu Organisasi


Organisasi merupakan wadah/
sarana bagi suatu kelompok individu
yang minimal punya suatu kesamaan
visi dan misi. Satu hal penting yang
sangat diperlukan oleh sebuah
organisasi untuk mempertahankan
keberadaannya adalah loyalitas dan
kebersamaan dari anggotanya. Loyalitas
erat kaitannya dengan kesetiaan.
Seorang anggota yang memiliki loyalitas
terhadap organisasinya memiliki
kesadaran pribadi untuk
memanfaatkan semua potensi yang ada
dalam dirinya demi kemajuan
organisasi.
Loyalitas dapat diartikan tekad
dan kesanggupan menaati,
melaksanakan, dan mengamalkan
sesuatu dengan disertai penuh
kesadaran dan tanggung jawab. Tekad
dan kesanggupan tersebut harus
dibuktikan dalam sikap dan tingkah
laku sehari-hari serta dalam
pelaksanaan tugas. Loyalitas anggota
terhadap organisasi memiliki makna
kesediaan seseorang untuk
melenggangkan hubungannya dengan
organisasi, kalau perlu mengorbankan
kepentingan pribadinya tanpa
mengharapkan apapun.
Loyalitas anggota memegang
peranan krusial dalam jalannya
organisasi. Tata aturan yang sempurna,
program kerja yang brilian, tanpa
disertai dengan loyalitas para
eksekutornya adalah hal yang sia-sia.
Secara lebih riil, anggota tersebut akan
menaati segala bentuk tata tertib yang
berlaku, mendukung program kerja
dengan mengikutsertakan diri sebagai
partisipan aktif. Bahkan menjadi
pengurus/kreator ide-ide penting untuk
membangun organisasi dari dalam.
Loyalitas yang dimilki oleh
setiap organisator juga berpengaruh
pada kelanjutan suatu organisasi dalam
melaju pada rel visi dan misi. Jika
suatu organisasi sudah melenceng dari
jalur visi dan misi yang ada, besar
kemungkina bahwa rasa loyalitas yang
dimilki oleh para anggotanya telah
kropos dan lapuk. Karena jika memang
loyalitas benar-benar ada pada setiap
anggota, tidak mungkin mereka akan
membiarkan dan bahkan membawa
organisasi tersebut ke arah yang
menyimpang dari rel visi dan misi.
Hal yang tidak kalah penting
adalah kebersamaan dan komitmen
antara anggota dalam suatu organisasi.
Dalam kenyataannya, pelaksanaan
program kerja sebagai bentuk realisasi
visi organisasi tidak semua anggota
memiliki kesamaan sistem kerja
berdampak buruk bagi kelangsungan
organisasi itu sendiri. Hal ini
disebabkan terutama karena anggota
yang mengikuti suatu organisasi tidak
berniat secara penuh untuk
mendedikasikan dirinya untuk
kelangsungan organisasi, mereka hanya
ingin mengambil manfaat yang mereka
anggap berguna bagi mereka. Singkat
kata, mereka hanya aktif mengikuti
kegiatan yang mereka inginkan.
Komitmen organisasi tidak
kalah pentingnay. Komitmen dapat
diartikan sebuah ikatan emosional
yang meliputi keterlibatan dalam suatu
organisasi dan mempunyai keinginan
untuk menggunakan upaya yang tinggi
demi mencapai tujuan organisasi.
Komitmen organisasi dapat tumbuh
manakala harapan kerja terpenuhi oleh
organisasi, dengan adanya harapan
kerja yang terpenuhi maka akan timbul
kepuasan kerja, sehingga komitmen
dapat berpengaruh positif terhadap
kepuasan kerja anggota. Komitmen
terhadap organisasi artinya lebih dari
sekedar loyalitas atau ketaatan
keanggotaan biasa dan pasif, karena
meliputi sikap menyukai organisasi dan
kesediaan untuk mengusahakan pada
tingkat daya upaya yang tinggi bagi
kepentingan organisasi demi
pencapaian tujuan.
Implemetasi yang terwujud
dalam bentuk loyalitas anggota
terhadap organisasi, dapat dilakukan
dengan memasukkan kebutuhan dan
keinginan anggota dalam tujuan
organisasi. Dengan demikian akan
menimbulkan suasana saling
mendukung diantara para anggota
dengan organisasi. Sehingga akan
membuat anggota dengan rela
menyumbangkan sesuatu bagi
tercapainya tujuan organisasi, karena
anggota memahami tujuan organisasi
yang dipercayai telah disusun demi
memenuhi kebutuhan pribadi mereka
pula.
Nilai subtansi dari sebuah
organisasi adalah bukan pada masa
kejayaan yang pernah diraihnya.
Namun lebih dari itu, organisasi akan
lebih mempunyai ‘harga’ jika organisasi
tersebut bisa mengantarkan para
anggotanya ke arah visi dan misinya
dan berhasil menanamkan rasa
loyalitas tinggi pada jiwa setiap
anggotanya. Sehingga dari itu semua,
organisasi tadi benar-benar mampu
mempertahankan eksistensinya
meskipun banyak rintangan yang
dihadapi.
Nasib organisasi tersebut ke
depannya akan ditentukan oleh tingkat
loyalitas anggotanya. Apabila anggota
merasa “malas” maka untuk
merealisasikan program kerja
organisasi akan terasa sangat sulit.
Tidak lain alasan dari itu semua adalah
karena kurangnya rasa memiliki oleh
setiap anggotanya. Ya, dari sini penulis
kembali menyatakan bahwa loyalitas
amat sangat berarti bagi eksistensi
sebuah organisasi. Loyalitas ibarat ruh
bagi organisasi. Dan tentunya, tanpa
ruh, sebuah organisasi tak akan
mampu bernafas lebih lama, yang
akhirnya berakibat dan berujung pada
‘matinya’ organisasi tersebut.

Salam Jiwa loyalitas

Jumat, 02 Maret 2018

PERANGKAT ORGANISASI NU

PERANGKAT ORGANISASI NU
Dalam menjalankan programnya, NU
mempunyai 3 perangkat organisasi:

1 .    BADAN OTONOM (BANOM)
Adalah perangkat organisasi yang
berfungsi melaksanakan kebijakan yang
berkaitan dengan kelompok masyarakat
tertentu dan beranggotakan perorangan.

NU mempunyai 10 Banom, yaitu:

a. Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah
An-Nahdliyah (JATMN)
Membantu melaksanakan kebijakan pada
pengikut tarekat yang mu’tabar (diakui) di
lingkungan NU, serta membina dan
mengembangkan seni hadrah

b. Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH)
Melaksanakan kebijakan pada kelompok
qari’/qari’ah (Pembaca Tilawah Al-Quran)
dan hafizh/hafizhah (penghafal Al-Quran).

c. Muslimat
Melaksanakan kebijakan pada anggota
perempuan NU

d. Fatayat
Melaksanakan kebijakan pada anggota
perempuan muda NU

e. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)
Melaksanakan kebijakan pada anggota
pemuda NU. GP Ansor menaungi Banser
(Barisan Ansor Serbaguna) yang menjadi
salah satu unit bidang garapnya.

f.    Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
Melaksanakan kebijakan pada pelajar,
mahasiswa, dan santri laki-laki. IPNU
menaungi CBP (Corp Brigade
Pembangunan), semacam satgas
khususnya.

g. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama
(IPPNU)
Melaksanakan kebijakan pada pelajar,
mahsiswa, dan santri perempuan. IPPNU
menaungi KKP (Kelompok Kepanduan
Putri) sebagai salah satu bidang garapnya

h. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
Membantu melaksanakan kebijakan pada
kelompok sarjana dan kaum intelektual.

i. Sarikat Buruh Muslimin Indonesia
(Sarbumusi)
Melaksanakan kebijakan di bidang
kesejahteraan dan pengembangan
ketenagakerjaan.

j. PSNU PAGAR NUSA
Melaksanakan kebijakan pada
pengembangan seni beladiri.

2 .    LAJNAH
Adalah perangkat organisasi untuk
melaksanakan program yang memerlukan
penanganan khusus. NU mempunyai 2
lajnah, yaitu :
a. Lajnah Falakiyah
Bertugas mengurusi masalah hisab dan
rukyah, serta pengembangan ilmu falak
(astronomi).
b. Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN)
Bertugas mengembangkan penulisan,
penerjemahan dan penerbitan kitab/buku,
serta media informasi menurut faham
Ahlussunnah wal jama’ah.
3 .    LEMBAGA
Adalah perangkat departementasi
organisasi yang berfungsi sebagai
pelaksana kebijakan, berkaitan dengan
suatu bidang tertentu. NU mempunyai 14
lembaga, yaitu:
a. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
(LDNU)
Melaksanakan kebijakan di bidang
pengembangan dakwah agama Islam yang
menganut faham ahlussunnah wal jamaah.
b. Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif
NU) Melaksanakan kebijakan di bidang
pendidikan dan pengajaran formal
1. Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI)
Melaksanakan kebijakan di bidang
pengembangan pondok pesantren.
d. Lembaga Perekonomian NU (LPNU)
Melaksanakan kebijakan di bidang
pengembangan ekonomi warga
e. Lembaga Pengembangan Pertanian NU
(LP2NU)
Melaksanakan kebijakan di bidangan
pengembangan pertanian, lingkungan
hidup dan eksplorasi kelautan.
f.    Lembaga Kemaslahatan Keluarga
(LKKNU)
Melaksanakan kebijakan di bidang
kesejahteraan keluarga, sosial, dan
kependudukan.
g. Lembaga Kajian dan Pengembangan
Sumberdaya Manusia (Lakpesdam)
Melaksanakan kebijakan di bidang
pengkajian dan pengembangan
sumberdaya manusia.
h. Lembaga Penyuluhan dan Pemberian
Bantuan Hukum (LPBHNU)
Melaksanakan penyuluhan dan pemberian
bantuan hukum.
i. Lembaga Seni Budaya Muslimin
Indonesia (Lesbumi)
Melaksanakan kebijakan di bidang
pengembangan seni dan budaya.
j. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan
Shadaqah (LAZISNU)
Bertugas menghimpun, mengelola, dan
mentasharufkan (menyalurkan) zakat,
infaq, dan shadaqah.
k. Lembaga Waqaf dan Pertanahan
(LWPNU)
Mengurus, mengelola serta
mengembangkan tanah dan bangunan,
serta benda wakaf lainnya milik NU.
l. Lembaga Bahtsul Masail (LBM-NU)
Membahas dan memecahkan masalah-
masalah yang maudlu’iyah (tematik) dan
waqi’iyah (aktual) yang memerlukan
kepastian hukum.
m.    Lembaga Ta’miri Masjid Indonesia
(LTMI)
Melaksanakan kebijakan di bidang
pengembangan dan pemberdayaan masjid.
n. Lembaga Pelayanan Kesehatan
(LPKNU)
Melaksanakan kebijakan di bidang
kesehatan.