Senin, 24 Desember 2018

PENGAJIAN RUTINAN MUSLIMAT & FATAYAT NU KECAMATAN KEDEWAN

dock.lisandipo


Kedewan-Bertepatan dengan Maulid NABI BESAR MUHAMMAD SAW 1440 H/2018, Muslimat dan Fatayat Se-Kecamatan Kedewan Melaksanakan kegiatan pengajian rutinan Muslimat Fatayat -Nahdlatul Ulama (NU)  sekaligus pelantikan Fatayat NU ds.Kedewan, dan memberikan santunan bagi anak yatim diLapangan Ds.Wonocolo Kec.Kedewan, Senin (24/12/18).
Pembina dan Ketua Pengurus  Muslimat Hj.Kisni Rohmah dalam sambutannya mengatakan, selalu memberikan motivasi pada para  perempuan Fatayat NU, supaya dapat bergerak aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan yang juga melibatkan Ibu-ibu atau para istri pengurus ini diisi dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memanjatkan doa kepada Allah untuk kelancaran program Keluarga Besar NU Kecamatan Kedewan dan juga mendoakan seluruh keluarga yang telah mendahului kita.
Kepala Desa Wonocolo Atau Yang Mewakili Bpk.Sutiyo menyampaikan, ucapan terima kasih dan selamat datang kepada hadirin semua, pengajian Muslimat dan Fatayat NU Yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini diharapkan bisa menjadi teladan bagi generasi mendatang.
Selanjutnya, sambutan Forkompimca Kecamatan Kedewan yang diwakili Polsek Kedewan melalui Aiptu Sriyadi, menjelaskan bahwa untuk terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa ,apabila seorang muslim mampu memberikan kasih sayang terhadap muslim lainnya.
“Dan kasih sayang itu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, kita akan merasakan betapa nikmatnya kebersamaan sebagai umat Islam dan bangsa yang kuat dan kokoh dan tidak mudah diadu domba yang sarat akan perpecahan, dengan sikap ikhlas karena mengharap ridho Allah,” ungkap Aiptu Sriyadi.
Dalam muqodimah KH. Muhajir Khozin menyampaikan, untuk terciptanya kerukunan hidup antara sesama warga masyarakat : Apabila seorang muslim mampu menghargai dan menghormati orang lain dalam berbagai hal. Termasuk menghormati dan menghargai terhadap adanya perbedaan, baik dalam hal bahasa, budaya, maupun pemahaman agama yang sarat akan perbedaan mazhab dan pendapat.
“Kita akan merasakan betapa nikmatnya hidup rukun dalam sebuah perbedaan yang dibingkai atas dasar ukhuwah Islamiyah dengan menganggap perbedaan sebagai rahmat atas kasih sayang Allah kepada semua hamba,” tutur KH. Muhajir Khozin .
Pengajian rutin yang dihadiri oleh para sepuh dan tokoh masyarakat ,Forkompimca Kecamatan Kedewan, Kades Wonocolo, Pengurus Fatayat NU dan Muslimat NU Anak Cabang Kedewan, MWC NU Kecamatan Kedewan Imam Turmudji dan warga Desa Kec.Kedewan. [lsndp]





























































































































































































































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar