Cirebon-Ketua
Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen, menegaskan bahwa Pagar Nusa konsisten
mengabdi kepada kyai dan menjaga NKRI.
"Pagar
Nusa itu Pagarnya NU dan Bangsa. Kami tidak hanya barisan pendekar yang
mengandalkan otot, tapi sekaligus dengan kekuatan intelektual dan kematangan
spiritual,Pagar Nusa harus berkhidmat pada kyai Bersilat Untuk NKRI Ini yang
ditempa di Pagar Nusa," jelas Gus
Nabil Haroen.
Pagar Nusa,
ungkap Gus Nabil Haroen, juga memiliki sejarah panjang membela NKRI.
"Sejarah Pagar Nusa sepanjang sejarah pesantren dan Nahdlatul Ulama. Para
pendekar santri terlibat dalam perang melawan kolonial dan perjuangan
kemerdekaan. Sudah seharusnya, Pagar Nusa terus mengawal Indonesia, dengan
arahan dari kyai-kyai," jelas Gus Nabil, yang didampingi Sekretaris Umum
Pagar Nusa, M. Hasanuddin Wahid, dan Ketua Panitia Ijazah Kubro dan Pengukuhan
Pagar Nusa, Zainul Munasichin.
Dalam waktu
dekat, Pagar Nusa mengirim beberapa pelatih pencaksilat ke beberapa negara
Eropa, Tunisia, Mesir, Eropa, Jepang dan China.
Sementara
itu, dalam pidatonya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan
apresiasi tinggi pada kegiatan tersebut. Selain dihadiri Panglima TNI
Marsekal Hadi Tjahjanto, juga Rais 'Am PBNU Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin, Ketua
Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, KH. Said Asrori, KH. Ayib Abbas, dan
beberapa kiai sepuh. Dalam agenda ini, ulama dan ahli bela diri dari Tunisia,
Dr. Nazim Syarif,
hadir sebagai tamu kehormatan,Ahad(28/1/18)
Panglima TNI
mengapresiasi kader-kader dan pendekar Pagar Nusa yang mempraktikkan disiplin
tinggi. "Saya sangat mengapresiasi Pagar Nusa yang memiliki kedisplinan
tinggi," ungkap Marsekal Hadi.
Dalam
pandangannya, TNI sangat berharap dapat menjalin kerjasama intensif dengan
Pagar Nusa, dalam tujuan menjaga NKRI.
"Saya
yakin, Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama menjadi pilar penting untuk masa kini dan
masa mendatang. Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama sangat dibutuhkan bangsa
ini," jelasnya di hadapan ribuan pendekar Pagar Nusa dan warga nahdliyyin
Panglima TNI
juga membuka pintu kepada kader Pagar Nusa untuk masuk ke Akmil dan Akpol.
Hal
ini, dalam rangka membuka kesempatan bagi santri-pendekar untuk mengabdi kepada
bangsa, melalui TNI dan Polri. "Kami membuka pintu bagi kader muda
pendekar Pagar Nusa untuk masuk ke Akmil dan Akpol. Pagar Nusa telah
membuktikan tingkat disiplin tinggi," tegas Panglima.
Gus Nabil Haroen
berpesan Pada Pendekar-Pendekar Pagur Nusa tiap sebulan sekali wajib
silaturahmi/sowan
ke kyai-kyai Bila tidak Mau silahkan Keluar dari Pagar Nusa. Dalam
sambutannya Gus Nabil mempertegas pada
seluruh pengurus “Kalau jadi Pengurus jangan
gampang Mengeluh,kalau mengeluh turun dulu jadi anggota lagi,kalau sudah siap
baru jadi pengurus lagi”(Lapangan Puser Bumi Cirebon).#Redaksi86Bojonegoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar